Manusia boleh berencana, namun ada Allah SWT yang menentukan.
Menikah pertama kali di umur 25 tahun inginnya bisa untuk yang terakhir. Takdir
Allah SWT begitu indahnya, sehingga musibah saja bisa menjadi indah. Yang awalnya
menikah karena adanya komitmen, sekarang memperbaiki diri saja untuk menjadi
lebih baik di hadapan Allah SWT dan menunggu kehadiran jodoh terbaik dari sisi
Allah SWT di waktu yang tepat. Memang benar, tidak boleh mempertahankan
pernikahan hanya karena anak, bila isi dalam rumah tangga sudah seperti neraka.
Karena anak bisa ikut menjadi korban, sehingga mempertahakankan rumah tangga
karena Allah SWT akan membuat rumah tangga itu seperti surga. Saya tidak ingin
berputus asa dari rahmat Allah SWT, karena saya yakin rencana Allah SWT selalu
terbaik dan terindah. Ternyata kesenjangan pendidikan bisa membuat rumah tangga
tidak harmonis, bukan hanya dari pendapatan isteri atau suami namun dari segi
ilmu pengetahuan. Membuat saya menyadari, ada hal yang tidak bisa dipaksakan
karena tidak sekufu.
Pelajaran berharga saja untuk saya ke depannya, bahwa jodoh
bukan hanya mengenai perkara cinta. Akan tetapi ada hal-hal yang harus di pertimbangkan
untuk memilih suami selain agama dan akhlak, apabila pendidikan perempuannya
sudah sampai ke jenjang profesi. Jadi, saya hanya akan menunggu jodoh dunia dan
akhirat yang terbaik dari sisi Allah SWT yang sekufu. Sama-sama profesi,
inginnya yang sehati seperti cerminan diri. Semoga nantinya Allah SWT hadirkan
di waktu yang tepat dan terbaik menurut Allah SWT (aamiin).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar