Senin, 25 November 2024

Menunggu jodoh, cinta profesi yang sehati dari Allah SWT

 

Manusia boleh berencana, namun ada Allah SWT yang menentukan. Menikah pertama kali di umur 25 tahun inginnya bisa untuk yang terakhir. Takdir Allah SWT begitu indahnya, sehingga musibah saja bisa menjadi indah. Yang awalnya menikah karena adanya komitmen, sekarang memperbaiki diri saja untuk menjadi lebih baik di hadapan Allah SWT dan menunggu kehadiran jodoh terbaik dari sisi Allah SWT di waktu yang tepat. Memang benar, tidak boleh mempertahankan pernikahan hanya karena anak, bila isi dalam rumah tangga sudah seperti neraka. Karena anak bisa ikut menjadi korban, sehingga mempertahakankan rumah tangga karena Allah SWT akan membuat rumah tangga itu seperti surga. Saya tidak ingin berputus asa dari rahmat Allah SWT, karena saya yakin rencana Allah SWT selalu terbaik dan terindah. Ternyata kesenjangan pendidikan bisa membuat rumah tangga tidak harmonis, bukan hanya dari pendapatan isteri atau suami namun dari segi ilmu pengetahuan. Membuat saya menyadari, ada hal yang tidak bisa dipaksakan karena tidak sekufu.

Pelajaran berharga saja untuk saya ke depannya, bahwa jodoh bukan hanya mengenai perkara cinta. Akan tetapi ada hal-hal yang harus di pertimbangkan untuk memilih suami selain agama dan akhlak, apabila pendidikan perempuannya sudah sampai ke jenjang profesi. Jadi, saya hanya akan menunggu jodoh dunia dan akhirat yang terbaik dari sisi Allah SWT yang sekufu. Sama-sama profesi, inginnya yang sehati seperti cerminan diri. Semoga nantinya Allah SWT hadirkan di waktu yang tepat dan terbaik menurut Allah SWT (aamiin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masyaa Allah, sallery terakhir 4 juta rupiah bantuan rumah subsidi 4 juta rupiah

Alhamdulillah, sungguh maha baik Engkau ya Allah SWT pernah mengamanahkan rumah subsidi atas nama sendiri dengan uang muka dari hasil kering...