Mempunyai teman yang bisa satu frekuensi itu asik, artinya sama-sama
untuk tidak ingin saling mengkhianati, tulus tanpa modus, dan bila membantu Ikhlas
karena Allah SWT. Setelah saya belajar memahami karakter manusia, ternyata
tidak semua kawan bisa menjadi teman. Dan saya belum bisa menemukan teman yang
satu frekuensi, berteman yang mengharapkan keridhoan Allah SWT. Pernah punya empat
sahabat perempuan di zaman kuliah sarjana farmasi, ternyata tidak bisa menjadi
sahabat selamanya. Jadi, sekarang saya mengetahui bahwa sahabat itu adalah
pasangan hidup yang bisa mengajak untuk semakin dekat dengan Allah SWT. Sahabat
adalah jodoh dunia dan akhirat, yang bisa menjadi tempat untuk bercerita, berbagi
kesedihan dan kebahagiaan, saling menolong karena Allah SWT, bahkan untuk
menunaikan kewajiban sebagai seorang suami dan isteri sebagai bentuk ibadah di
hadapan Allah SWT.
Bila di fase sekarang, saya hanya menunggu jodoh baru dunia
dan akhirat yang terbaik tak terhingga dari Allah SWT. Memohon karunia suami
terbaik dari sisi Allah SWT, yang bisa menjadi sahabat dalam urusan agama,
urusan dunia, dan urusan akhirat. Tentunya semua butuh waktu dan proses, karena
persahabatan itu bermula dari pertemanan. Cukup dengan memperbaiki diri di
hadapan Allah SWT, saya yakin mudah bagi Allah SWT untuk menggantikan jodoh
lama dengan jodoh baru yang terbaik menurut versi Allah SWT di waktu yang sudah
Allah SWT tentukan. Semoga nantinya saya bisa berjodoh dengan cerminan diri
saya, yang artinya mempunyai karakter yang sama sehingga bisa merasakan apa
yang saya rasakan dan saya bisa merasakan apa yang jodoh baru saya rasakan
karena Allah SWT (aamiin).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar