Menjalani usia 34 tahun yang otewe ke 35 tahun selalu
belajar untuk bersyukur. Mengingat Kembali, Ketika masuk SD di usia 5 tahun dan
lulus SD di usia 11 tahun, meneruskan ke SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun,
melanjutkan kuliah lebih dari 4 tahun dengan jurusan sarjana farmasi bukan hal
yang mudah namun bisa terlalui atas izin Allah SWT. Di usia 22 tahun bekerja
sebagai Asisten Apoteker kurang lebih 8 bulan dan melanjutkan ke jenjang
profesi apoteker di usia 23 tahun, lulus di usia 24 tahun dan menikah di usia
25 tahun. Alhamdulillah, dikaruniakan satu orang anak laki-laki di usia 27
tahun. Dan akhirnya berpisah dengan suami di usia 33 tahun. Semua sudah menjadi takdir Allah SWT.
Tidak ingin menyesali berlarut-larut peristiwa yang sudah terjadi
dan semua sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, selagi melibatkan Allah SWT
dalam setiap hal yang dilalui dalam kehidupan. Bila ada yang mengatakan nasib buruk atau sial
itu hanya untuk mereka yang lupa dengan rahmat dari Allah SWT begitu luasnya, jadi
bagi saya tidak ada nasib buruk karena Allah SWT tidak pernah menzalimi
hamba-Nya. Sebab kebaikan yang kita berikan akan kembali pada kita dan sebaliknya.
Semoga di tahun-tahun yang akan dijalani ini, dari sedikit saja ujian yang
Allah SWT berikan, akan banyak nikmat yang Allah SWT anugerahkan (aamiin).
Jadi, selalu berusaha untuk tidak menyerah dan berputus asa dari rahmat Allah
SWT ya. Karena rencana Allah SWT selalu terbaik dan terindah dari rencana
hamba-Nya, bila kita hanya menginginkan sekuntum bunga, Allah SWT bisa
memberikan berkuntum-kuntum bunga bila itu baik untuk hamba-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar