Ketika bekerja praktek profesi apoteker di apotek mandiri,
saya belajar untuk dalam setiap ada masalah menilai lebih dari satu sudut pandang.
Apalagi bila yang bermasalah manusia sesama manusia, saya akan mendengar dari
kedua belah pihak. Saya belajar untuk bersikap netral dan memihak pada yang
benar. Hanya saja, jarang dan malah tidak ada permasalahan besar sesama manusia
di dalam tempat saya berpraktik di apotek mandiri swasta. Saya lebih menyukai bekerja di
tempat swasta, karena sallery nya bisa lebih dari PNS. Untuk apoteker saja,
sudah otomatis golongan 3B bila sudah jadi PNS. Sepertinya sallery saya di apotek
swasta pada waktu itu lebih besar dari sallery apoteker yang menjadi PNS. Namun,
bila di beri pilihan mengurus anak atau tetap bekerja dengan sallery terakhir
sekitar 4 juta rupiah, saya lebih memilih untuk mengurus anak kandung saya. Karena
saya tidak akan bisa mengulang masa kecil anak saya, sedangkan untuk kembali
kerja praktek profesi apoteker masih bisa saya teruskan setelah anak saya masuk
sekolah. Saya suka bertangga, artinya saya suka memulai sesuatu dari nol untuk
sampai ke angka 100. Alhamdulillah, dengan ilmu dan pengalaman yang saya punya,
saya hanya akan melanjutkan angka yang sudah pecah dari nol.
Ternyata mau menjadi PNS ataupun pegawai swasta bila ada BPJS
ketenagakerjaan akan sama saja seperti PNS. Karena saya pada waktu itu belum
mengerti, sampai saya kehilangan kartu BPJS ketenagakerjaan, membuat saya
memahami bahwa apoteker itu termasuk dalam tenaga Kesehatan atau tim medis ? Sebab
seorang profesi apoteker dengan lulusan sarjana farmasi berarti harus bisa
memberikan pelayanan kefarmasian bukan hanya dengan tenaga namun juga
menggunakan otak untuk berpikir. Sama hal nya seperti dokter, Ketika dokter
mendiagnosa, apoteker harus bisa menskrining resep yang dituliskan oleh dokter.
Termasuk interaksi obat yang di resepkan dokter, bisa bersifat sinergi atau
tidak. Jadi, apoteker yang bekerja praktik di apotek, bukan hanya memberikan
pelayanan namun juga bisa melakukan pekerjaan kefarmasian dengan mengelola
barang-barang apotek. Niat bisa tergambar dari wajah dan perilaku, sedangkan usaha
yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik. Saya bersyukur Ketika saya istirahat
dari kerja praktik profesi apoteker, gelar apoteker yang dibelakang nama bisa
pindah ke depan sebelum nama. Artinya apoteker di minta untuk hadir di tempat
praktik dengan menunjukkan jati dirinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar