Kamis, 21 November 2024

Penggunaan antibiotik harus dengan resep dokter

 

Antibiotik berfungsi sebagai anti bakteri, yang artinya bisa untuk mematikan bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Biasanya di berikan bila ada indikasi infeksi. Skripsi sarjana farmasi saya mengenai penggunaan antibiotik pada pasien sesar, sehingga ada antibiotik profilaksis yaitu pencegahan sebelum terjadi infeksi. Saya pernah bertanya kepada dosen pembimbing saya, atas dasar apa dokter menuliskan resep antibiotik yang seharusnya ada test ada tidaknya bakteri di dalam tubuh pasien dan dengan jenis bakteri apa, sehingga jenis antibiotik yang diberikan tepat indikasi. Dosen saya pada waktu itu adalah seorang dekan Unand, hanya menjawab berdasarkan data empiris atau nenek moyang terdahulu. Karena bila sekarang, saya berpikir Ketika sudah ada rapid test untuk virus corona, kenapa tidak ada test untuk mengetahui bakteri yang berkembang di tubuh seseorang ketika mengalami infeksi. Sebab untuk flu, batuk atau pilek tidak diperbolehkan minum antibiotik karena itu disebabkan oleh virus bukan bakteri.

Jadi, penggunaan antibiotik harus tepat indikasi agar meminimalisir resisten antibiotik. Yang bisa membuat bakteri sudah tidak bisa dimatikan lagi dengan antibiotik, sehingga akan memperparah keadaan infeksi untuk jangka panjang. Gunakan antibiotik harus dengan resep dokter dan ikuti penggunaan informasi obat yang diberikan oleh apoteker, dengan mengkonsumsi antibiotik harus di habiskan dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Bila di etiket di tuliskan 1 x sehari artinya antibitotik di minum tiap 24 jam sekali, 2 x sehari artinya antibiotik di minum tiap 12 jam sekali, 3 x sehari artinya antibiotik di minum tiap 8 jam sekali. Tidak boleh membeli antibiotik secara bebas di apotek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masyaa Allah, sallery terakhir 4 juta rupiah bantuan rumah subsidi 4 juta rupiah

Alhamdulillah, sungguh maha baik Engkau ya Allah SWT pernah mengamanahkan rumah subsidi atas nama sendiri dengan uang muka dari hasil kering...