Antibiotik berfungsi sebagai anti bakteri, yang artinya bisa
untuk mematikan bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Biasanya di berikan bila
ada indikasi infeksi. Skripsi sarjana farmasi saya mengenai penggunaan antibiotik
pada pasien sesar, sehingga ada antibiotik profilaksis yaitu pencegahan sebelum
terjadi infeksi. Saya pernah bertanya kepada dosen pembimbing saya, atas dasar
apa dokter menuliskan resep antibiotik yang seharusnya ada test ada tidaknya
bakteri di dalam tubuh pasien dan dengan jenis bakteri apa, sehingga jenis antibiotik
yang diberikan tepat indikasi. Dosen saya pada waktu itu adalah seorang dekan
Unand, hanya menjawab berdasarkan data empiris atau nenek moyang terdahulu. Karena
bila sekarang, saya berpikir Ketika sudah ada rapid test untuk virus corona,
kenapa tidak ada test untuk mengetahui bakteri yang berkembang di tubuh
seseorang ketika mengalami infeksi. Sebab untuk flu, batuk atau pilek tidak
diperbolehkan minum antibiotik karena itu disebabkan oleh virus bukan bakteri.
Jadi, penggunaan antibiotik harus tepat indikasi agar
meminimalisir resisten antibiotik. Yang bisa membuat bakteri sudah tidak bisa
dimatikan lagi dengan antibiotik, sehingga akan memperparah keadaan infeksi
untuk jangka panjang. Gunakan antibiotik harus dengan resep dokter dan ikuti penggunaan
informasi obat yang diberikan oleh apoteker, dengan mengkonsumsi antibiotik
harus di habiskan dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Bila di etiket di tuliskan
1 x sehari artinya antibitotik di minum tiap 24 jam sekali, 2 x sehari artinya antibiotik
di minum tiap 12 jam sekali, 3 x sehari artinya antibiotik di minum tiap 8 jam
sekali. Tidak boleh membeli antibiotik secara bebas di apotek.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar