Seorang anak, apalagi masih dalam usia balita atau batita
membutuhkan begitu banyak waktu terutama waktu bersama ibunya. Untuk 1000 hari
pertama kehidupan yang diutamakan, anak membutuhkan pelukan, ciuman dan kasih
sayang yang tulus dari seorang ibu. Saya merasakan perkembangan anak laki-laki
saya di masa balita nya dengan cuti kerja praktik selama 6 bulan, anak saya
tumbuh kembang dengan aktif. Bukan hanya menjaga anak dengan mendiamkan nya
ketika menangis, atau memberinya minum ketika haus. Dari bayi pun anak sudah
bisa diajak berkomunikasi. Setiap mimik wajah anak bisa diartikan seorang ibu. Jadi,
bila ingin anak tumbuh kembang dengan optimal latih saraf sensorik dan
motoriknya sejak dari dalam perut ibunya. Alhamdulillah, Dilan lahir dengan
tangisan suara yang lantang. Lahir dengan kondisi sehat dan senyuman yang
memukau, masyaa Allah. Karena di dalam perut, Dilan sudah terlatih untuk di
ajak bekerja di pelayanan jadi semoga nanti dewasanya dia bisa bekerja dengan
cita-cita yang diimpikannya (aamiin).
Di masa balita sampai dengan batita nya Dilan, hanya ada satu tahun saja, saya sebagai seorang ibu yang harusnya 24 jam bisa bersama anak, harus saya sisihkan sekitar 7-8 jam untuk kerja praktik profesi apoteker karena ada kontrak notaris dengan PSA yang masih tersisa. Jadi, apoteker tidak bisa begitu saja untuk resign dari tempat praktiknya karena ada kontrak notaris yang mengikatnya. Setelah kontrak notaris berakhir, waktu saya penuh untuk Dilan sampai pada akhirnya harus terpisah di usia Dilan 7 tahun kurang 3 hari. Ini hanya perpisahan sementara saja, karena untuk menjaga hatinya agar tidak ikut terluka. Karena proses perceraian untuk saya, tentu bukan hanya menguras tenaga namun juga emosi dan membuat hati saya terluka. Sehingga saya perlu memulihkan kembali tanpa harus membuat hati anak saya ikut terluka. Sebab tugas seorang anak, hanya bermain dan belajar. Saya pernah punya pengalaman yang menyenangkan, ketika anak saya mengatakan mama kerja saja di rumah, nyapu, ngepel, cuci piring. Artinya anak saya belum mengizinkan waktu untuknya di sisihkan untuk kerja praktik. Karena anak juga punya hak atas waktu orang tuanya, bila suami bekerja tidak perlu khawatir karena keberkahan rezekinya bisa melebihi ketika isteri tetap menjadi seorang ibu rumah tangga dengan mendidik anak-anaknya. Banyak anak-anak yang sukses dan berhasil dengan pekerjaan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga atau mengurus rumah tangga. Karena tepat saja memberikan hak waktu untuk anak-anak dan suaminya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar