Untuk menikah pertama kali, saya memang tidak terpikir untuk
berpisah. Karena saya di umur 9 tahun dibesarkan oleh single mom, jadi saya
terpikir bila menikah nanti ingin untuk sekali seumur hidup. Artinya saya tidak
ingin ada perceraian, karena sepertinya melihat teman yang orang tua nya utuh
itu ada rasa ingin punya orang tua yang sama seperti itu. Namun, sekarang saya
mengerti. Bercerai bukan berarti tidak bisa menikah lagi. Makanya, setelah selesai
proses perceraian ini saya terpikir untuk menikah lagi, bukan hanya menunggu
sosok suami terbaik dari sisi Allah SWT. Juga bisa menjadi papa terbaik untuk
anak laki-laki saya. Kesempurnaan rumah tangga ada pada pasangan yang ingin
saling menyempurnakan, saya yakin suatu hari nanti Allah SWT akan mempertemukan
saya dengan jodoh terbaik sesuai kriteria saya. Semakin lama Allah SWT
menyimpan jodoh saya, maka akan semakin baik jodoh yang akan Allah SWT berikan
kepada saya.
Setelah saya pahami, ternyata untuk mencari jodoh bukan
hanya agama dan akhlak. Ada tentang sekufu atau setara, atau bahasa kerennya
sefrekuensi. Sama-sama menjadi yang terbaik di hadapan Allah SWT, sama-sama
tidak ingin saling menyakiti dan sama-sama mempunyai visi dan misi yang sama di
hadapan Allah SWT. Saya percaya, jodoh terbaik akan hadir di waktu terbaik
menurut Allah SWT. Karena Allah SWT punya bermilyar-milyar jalan keluar untuk
hamba-Nya yang memohon jalan keluar terbaik kepada-Nya, dengan syarat hamba-Nya
tidak melakukan kesyirikan dan kezaliman kepada diri sendiri maupun orang lain.
Dengan meningkatkan ketakwaan, akan Allah SWT beri jalan keluar. Artinya dengan
memperbaiki diri di hadapan Allah SWT, maka akan Allah SWT pertemukan dengan
jodoh terbaik dari sisi Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar