Menjalani usia ke-34 tahun yang dikaruniakan satu orang anak laki-laki sholeh merupakan amanah dan anugerah terindah dari Allah SWT. Saya berusaha untuk tidak menyesali apa yang sudah menjadi pilihan hidup saya, karena semua pilihan saya libatkan Allah SWT, sehingga saya tidak ingin menyesali semua hal yang sudah terjadi di dalam kehidupan saya bila tidak saya sukai. Karena saya hanya perlu mengingat, boleh jadi ketika saya tidak menyukai keadaan itu, Allah SWT menyukainya. Saya belajar untuk bisa terus mengambil hikmah dalam setiap perjalanan hidup saya dan selalu berusaha untuk tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang.
Setelah rumah tangga saya hancur karena ulah dari suami saya sendiri, saya tidak pernah trauma dan menyesal untuk menikah kembali dengan pilihan saya sendiri juga nantinya. Menikah itu nikmat, karena ibadah seumur hidup. Saya menyukai pekerjaan saya mengurus rumah tangga dan menjadi ibu rumah tangga dengan profesi apoteker. Karena saya percaya, pendidikan seorang ibu mempengaruhi kecerdasan anak-anak yang di didiknya, dan tugas seorang ibu rumah tangga adalah mendidik anak-anaknya. Jadi, tidak ada yang instan dalam mendidik anak karena di mulai dari mencari siapa yang akan menjadi ibu yang dikandung anaknya. Sebab di dalam kandungan, janin akan terbiasa dengan merasakan aktivitas ibunya. Bahkan bisa merasakan apa yang di rasakan oleh ibunya, untuk makan dan minum saja ibu dan janin akan bisa merasakan rasa yang sama. Mengasah, mengasih dan mengasuh anak sejak dari dalam kandungan tidak akan terasa melelahkan, apabila bisa menerima dengan ridho dan ikhlas janin yang ada di dalam kandungan. Alhamdulillah, dengan melakukan promil saja, nantinya janin akan merasakan kehadirannya memang dinantikan oleh orang tua nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar