Rabu, 06 November 2024

Hubungan sebelum menikah itu komitmen

Sebelum menikah, saya mempunyai kisah cinta yang biasa saja. Menjalani komitmen dengan seorang laki-laki untuk serius sampai kejenjang pernikahan. Hingga akhirnya saya lulus profesi apoteker dan dia lulus sarjana kesehatan masyarakat. Saya memang berniat setelah lulus untuk bekerja dahulu selama satu tahun, setelahnya saya berpikir untuk siap menikah. Dan akhirnya saya menikah dengan laki-laki pilihan saya yang sudah menjalani komitmen selama 8 tahun. Pada waktu sebelum menikah, saya bisa menerima dia karena keluarga saya juga bisa menerimanya. Pada akhirnya setelah menikah, harapan saya diluar ekspektasi saya. Namun, saya bersyukur dikaruniakan anak laki-laki sholeh didalam pernikahan saya ini. Akhirnya pernikahan saya hanya bertahan selama 8 tahun 7 bulan. Ternyata dimasa perubahan isteri menjadi single mom itu melukai hati. Karena saya tidak pernah terpikir setelah menikah akan berakhir dengan perceraian. Untuk bisa sampai ditahap ridho dan Ikhlas perlu usaha, do’a dan tawakal. Sehingga akhirnya saya menyadari, saya ada di fase tarbiyah.

Saya berharap nantinya bisa bertemu dengan suami terbaik dari sisi Allah SWT, yang akan menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan dunia dan urusan akhirat. Dan saya sudah bermuhasabah diri untuk memilih jodoh yang sekufu saja. Ternyata kekurangan itu hanya karena menikah tidak dengan sama-sama profesi. Setelah saya memahami sesama profesi itu bila berkomunikasi akan terasa jauh berbeda di dalam pemahamannya. Jadi, sekarang saya sudah bisa memahami dan menerima sebagai perempuan bila untuk memilih jodoh itu memerlukan ilmu agama.  Bukan hanya memilih yang seagama dan akhlak, namun sekufu itu akan sangat mempengaruhi keharmonisan dalam berumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masyaa Allah, sallery terakhir 4 juta rupiah bantuan rumah subsidi 4 juta rupiah

Alhamdulillah, sungguh maha baik Engkau ya Allah SWT pernah mengamanahkan rumah subsidi atas nama sendiri dengan uang muka dari hasil kering...