Kamis, 14 November 2024

Menikah karena Allah SWT otomatis bahagia

Alhamdulillah, saya seorang profesi apoteker yang menikah dengan status perawan. Katanya sudah edisi terbatas saja, maka dari itu saya bersyukur keperawanan saya bisa terjaga sampai saya menikah sah dan resmi. Hanya saja, karena saya berpikirnya suami saya juga perjaka, ternyata jejaka. Tentu akan beda pemikirannya dengan saya. Di tambah dia tidak sekufu dengan saya, sarjana namun bukan profesi. Di dalam berumah tangga ada beda pola pikir dan tingkah lakunya, hanya saya bersikap untuk tidak mau tahu apa pekerjaannya diluar rumah dan tidak ingin tahu isi hp nya sehingga membuat hati saya tidak lelah. Saya bersyukur diberikan Allah SWT kemudahan dan keringanan dalam menjalani rumah tangga walaupun dengan perbedaan pola pikir dan tingkah laku.

Sekarang saya ada di fase tarbiyah untuk menjadi lebih baik di hadapan Allah SWT, melalui proses perceraian yang awalnya berat untuk saya jalani. Namun akhirnya sampai juga ke sidang ikrar talak dan tidak tergolong isteri nusyuz, membuat saya semakin bersyukur. Menikah tanpa melihat status itu bahagia, dalam islam hanya perlu memilih laki-laki dari agama dan akhlak. Karena saya seorang profesi apoteker, harusnya memilih yang sekufu dengan sama-sama profesi dan sarjana. Saya yakin, bila sudah bertemu dengan jodoh terbaik dari Allah SWT yang sekufu akan bisa lebih bahagia tanpa memandang status saya sebagai janda yang awalnya berstatus perawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masyaa Allah, sallery terakhir 4 juta rupiah bantuan rumah subsidi 4 juta rupiah

Alhamdulillah, sungguh maha baik Engkau ya Allah SWT pernah mengamanahkan rumah subsidi atas nama sendiri dengan uang muka dari hasil kering...