Saya bersyukur terlahir di negara Indonesia, karena negara
yang mempunyai ideologi dan dasar negara. Selain matematika dan fisika, saya
menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. Saya terbiasa untuk berbahasa Indonesia
Ketika saya kerja praktik apoteker di apotek mandiri. Jadi, setelah saya
mengundurkan diri dari tempat praktik karena kontrak notaris sudah berakhir dan
saya mengasah, mengasih, mengasuh anak kandung saya, saya terbiasa dengan
berbahasa Indonesia karena nantinya saya ingin anak saya bisa bekerja di
seluruh Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa persatuan, yang seharusnya
terbiasa untuk digunakan di seluruh Indonesia. Bila saya menjadi ibu negara
Indonesia, saya akan mengharuskan warga negara asing untuk berbahasa Indonesia
di negara Indonesia.
Menjadi warga asli negara Indonesia dengan mematuhi aturan
yang berlaku di negara Indonesia akan membuat hidup aman, damai dan tentram.
Bila belum bisa memberikan sumbangsih untuk negara tercinta, minimal tidak
merugikan saja. Di mulai dari hal kecil, dengan tidak membuang sampah
sembarangan dan menjaga kebersihan sudah bisa menjaga keindahan negara
Indonesia. Terlihat mustahil untuk saya bisa menjadi seorang profesi apoteker,
karena penghasilan orang tua saya sebagai PNS hanya cukup untuk menjalani kehidupan
sehari-hari. Apalagi ayah saya menafkahi
ala kadarnya saja karena sudah menikah lagi. Alhamdulillah, rasa mustahil untuk
saya sampai ke jenjang profesi apoteker namun Allah SWT punya cara yang lebih
mustahil. Dengan program sertifikasi gaji guru 2x lipat, saya bisa kuliah
profesi apoteker dan lulus dengan IPK 3,29. Masyaa Allah, Allah SWT ijabah do’a
saya untuk meminta jurusan kuliah yang terbaik menurut kehendak Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar